Postingan

[Fiksi] Bintang di Mimpiku

Hei, ada yang beda dengan malam ini, langit kota Jakarta nampak lebih hitam dari malam-malam biasanya. Dengan jelas, bintang-bintang terlihat lebih terang--dan banyak. Milky way  yang biasanya tak pernah sekalipun aku temui, malam ini bahkan terlihat dengan sangat jelas. Aku meyakinkan diri bahwa aku tengah di bawah langit Jakarta, bukan sedang di kampungku atau kota lainnya. Tapi memang benar, aku sungguh-sungguh ada di bawah langit kota yang selama ini menjadi atap tempat tinggalku. Aku tak pandai dengan ilmu perbintangan, namun aku tau dengan pasti bahwa malam ini banyak sekali gugus bintang yang terlihat. Nampaknya ini adalah malam yang sangat langka--sangat. Yang mungkin saja hanya terjadi berpuluh-puluh tahun sekali, seabad sekali, atau bahkan seumur hidup sekali, ya benar--ini hanya terjadi seumur hidupmu sekali. Bayangkan saja, selama aku di Jakarta, baru kali ini aku melihat bintang yang sebegitu banyaknya di langit Jakarta. Tapi tunggu dulu, ada yang berubah. Lihat. B...

[Fiksi] - Hello Morning #1

Aku berjalan menyusuri koridor yang lengang, langkahku agak gontai dan tergesa. Hanya dengan berbalut piama aku saat ini berada di sebuah rumah sakit, aku menuju ruang operasi di mana salah satu orang yang kukenal baik tengah terbaring dan memperjuangkan nyawanya. Aku melayangkan tatap ke segala penjuru di sekitaran ruang yang saat ini tertutup rapat itu, satu sosok yang tak asing lagi olehku terlihat duduk terkulai lemas. Bergegas aku menghampirinya. Tepat di depanku, dia menengadahkan wajahnya. Tanpa harus mengeluarkan satu kata yang bisa ia suarakan, aku paham betul apa yang saat ini ia pikirkan. Wajah yang telah sekian lama aku kenal itu nampak berbeda dari biasanya, sosok yang kukenal tegar dan tak pernah menghilangkan tawa dari wajahnya, kini seperti wujud yang sangat tak keruan. Kedua matanya sembab dengan menyimpan kesedihan tiada berdasar, air matanya nampak belum kering di kedua pipinya, bibirnya bergetar seperti hendak mengucapkan sesuatu tapi hanya berakhir di keringnya ...

[Bukan Puisi] - Bolehkah...

Boleh, aku pinjam bahu kekasihmu? Tak akan lama, hanya beberapa saat saja Saat segala dekap pilu terasa lebih baik Maka, aku akan mengembalikannya kepadamu * Boleh, aku pinjam tangan kekasihmu? Pun tak akan lama, hanya sebentar saja Saat segala kerinduan pada belai mulai membaik Aku akan menyerahkannya kepadamu ** Bolehkah lagi aku meminjam kekasihmu? Namun, ini akan sedikit lebih lama Saat segala sepi yang telah lama bergelayut manja pada lengan kehidupanku mulai jenuh menggandengku Maka, akan kukembalikan dia kepadamu—segera ***

Untukmu, darimu

Untukmu, Kemilau terindah di antara para embun fajar Di matamu terpancar cahaya rumah Di mulutmu terkandung kata yang tersirat bunda Di darahmu mengalir doa-doa yang air Untukmu, Pemberi sayap-sayap peri Jadilah musuh yang paling aku benci Jadilah teman yang paling aku butuhkan Meski bendera dari api mengibarkan keagungannya Tetaplah hormat pada sucinya tali kasih Mawar yang merekah adalah kamu Senja yang terindah adalah senyum ikhlasmu Perempuanku, Denganmu aku bahagia Denganmu semua ceria Perempuanku, Jangan serahkan urusanku padaku Sendiri By: Seorang terkasih Adalah sebuah simpai aksara yang dituliskan seorang terkasih yang saat ini menjadi tempat berpulang segala rindu yang aku titipkan kepada Sang Boreas. Padanya masih berotasi segala harap, doa, dan ingin yang kian hari semakin membuncah tak tahu diri. Dan padanya, segenap usia yang tersisa ingin kutujukan hanya untuknya--tak lain.

Sempat Merasai

Aku berbahagia Karena pada satu masa di hidupku, aku dapat mengenalmu Aku berbahagia Karena pada satu saat di malamku, aku pernah menjadi tumpuan harapmu Aku berbahagia Karena pada satu waktu di pagiku, sapaku pernah menghangatkan awal harimu Dan, aku akan selalu berbahagia Karena pada hidupku, aku pernah merasakan sebuah cinta yang agung untukmu Saat malam mulai menengah Kicau kita mengisi kekosongan pada keheningannya Saat pagi mulai lahir Sapa kita turut serta memberi kehangatan pada poktanya loka Dan, saat hari telah temu tua Cerita kita tak pernah alpa untuk merayakannya bersama senja Meski masa cinta yang kuagungkan telah terbujur kaku Dan mati pada sisa rindu-rindu yang kelu Kadang aku masih saja ingin mengulang waktu lalu Untuk sekedar mendengar hangat sapa di antara aku dan kamu Pada pandangmu Mungkin aku tampak menyedihkan Karena tetap menjaga harap yang musykil Tak apa, karena aku akan abai Cinta yang kuagungkan Meski dia ...

Ini Bukanlah Malam Kita

Ingatkah kamu, pada satu malam saat kita berdua terduduk bersama di sebuah bangku taman—tempat di mana beberapa kali kita menyampaikan rindu yang beranak-pinak. Sesampai kita di sana, kita telah menentukan jarak yang menjadi dinding penghalang untuk kita dapat menautkan jemari yang saling merindu, beberapa saat yang kita habiskan dengan bisu dan diam, dan hanya suara binatang malam yang berdialog penuh gegap. Kamu tahu? Dalam diam yang aku bangun sedari awal, sebenarnya aku tengah membuat pertahan agar segala isi telagaku tak tertumpah di depanmu. Maka dari itu, aku memilih diam dan hanya menampakkan sisi angkuh yang meradang. Meski aku tak menamatkan tatap kedua netra ini ke arahmu, aku cukup bisa merasakan bahwa kala itu, kamu beberapa kali menitikkan air matamu dengan tertahan. Deru napas yang kau mainkan membuat dadaku semakin bergemuruh pilu, dan jika angkuh yang kupunya tak cukup kuat menahan—saat itu, pada detik di mana sulur air matamu terjalin, aku ingin menghapus...

Adlerian in July

Setelah satu bulan penuh tidak menghasilkan apa-apa yang berarti untuk sekedar di publish  di laman pribadi ini, akhirnya hibernasi yang sifatnya sementara itu berakhir pada July-- di hari keempat ini. Adlerian, apa yang kalian ketahui tentang Adlerian ini?  Adlerian adalah sebutan untuk mereka-mereka yang menganut atau mengikuti teori Adler dalam mendalami ilmu psikologi. Adler? Siapa Adler? Kenapa harus Adler? Atau, seberapa hebat Adler? Ya, tentu saja pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan bermunculan ketika kita mendengar namanya pertama kali. Adler, atau bernama lengkap Alfred Adler, adalah seorang tokoh psikologi yang mempunyai andil penting dalam perkembangan ilmu psikologi itu sendiri sehingga dapat masih kita rasakan manfaatnya hingga saat ini. Teori-teori yang dia hasilkan kemudian dikenal sebagai Psikologi Individual. Adler yang pada mulanya adalah merupakan anggota dari sekelompok kecil psikolog yang sering mendiskusikan hal-hal yang bersangkutan dengan is...